1. Tidak perlu terlalu berfikir untuk mengatasinya. Seboleh-bolehnya biarkan perasaan rendah diri hilang secara natural tanpa perlu dipaksa.
2. Kebiasaanya perasaan rendah diri bertambah bila kita sibuk membandingkan dengan orang lain yang lebih.. Si Zool pun selalu juga berperasaan begitu lebih-lebih bila diperhatikan evolusi kawan-kawan di sekeliling. Tapi kalau nak bandingkan pun buat pedih luluh hati je kan.. Baik teruskan mengubah diri dan bersyukur dengan yang diberikan olehNya… Jangan terlalu memandang orang lain sebaliknya percayalah yang kita mempunyai hidup yang lebih baik kelak.. AMIN..
3. Cari kelebihan sendiri. Setiap orang pasti ada kelebihan masing-masing cuma jumpa atau tidak je. Walaupun telah meniti umur ke arah dewasa si Zool masih lagi berusaha mencari kelebihan kerana yakin mempunyai sesuatu yang boleh dibanggakan kelak. Kalau dulu si Zool hanya menyanyi seorang diri, kini telah mula berani menyanyi di K-Box dan belajar memetik gitar (sapa pandai? boleh ajar si Zool secara free tak?? ).. Mana tau satu hari nanti boleh nyanyi di Youtube sambil memetik gitar.. Huhuhuhuhuhu..
4. Pedulikkan hinaan orang. Ramai manusia yang lebih banyak mencerca, menghina dari membantu. Jangan terikut dengan kata orang. Masuk telinga kanan dan telinga kiri sekiranya kata-kata mereka menyakitkan.
5. Kebiasaannya orang yang rendah diri mempunyai tahap ke’sensitif’an yang agak tinggi. Kurang-kurangkan bercampur dengan individu yang bermulut celupar kerana anda pasti akan sakit dan menyimpan dendam di dalam hati.
6. Banyak-banyakkanlah membaca. Tak kira buku berilmiah , buku komik Shin Chan atau blog OhPemandu.com . Mungkin dapat mengubah perasaan rendah diri yang menular dalam diri.
7. Menulis adalah salah satu terapi terbaik. Kalau dahulu menulis di diari menjadi kaedah yang popular kini blog mampu memberikan kepuasan. Bukan setakat dapat meluahkan yang terpendam tetapi kalau kena caranya boleh ‘masyuk’.
8. Kebanyakan perasaan rendah diri adalah akibat dari kekurangan dari segi fizikal. Yup ini memang sukar untuk diubah walaupun boleh dilakukan. Ada yang menangis sebab wajah yang tidak cantik seperti Rozita Che Wan atau tubuh yang tegap seperti Fahrin Ahmad. Itu semua adalah sementara sahaja. Jika kita tak mempunyai kehebatan fizikal cubalah kekuatan lain. Cuba kita gerakkan minda dan cari sesuatu yang tak melibatkan paras rupa namun mampu membanggakan diri. Cuba lihat Stephen Hawking yang mengalami kecacatan namun mempunyai keazaman untuk berjaya. Ini sekadar satu nama, ramai lagi yang cacat dan susah yang telah berjaya dalam bidang masing-masing.
9. Solat dan mohon petunjuk kepadaNYa. Ini adalah yang terbaik sebab dengan mendekatkan diri padaNya memberikan pedoman kepada kita.
Tuesday, 22 March 2011
CARA MENGATASI "RENDAH DIRI"
at 08:26 0 comments
cara mengatasi rasa MALAS
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.
Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.
Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan- tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai, dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan, mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga.”
2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan- tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan- tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.
Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.
Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan, resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti lagi. Sayang sekali.
3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama- lama dengan para orang malas dan pesimistik.
Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total.
Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self- motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.
4. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”. Kata-kata mutiara yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih? Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika dia sering mangkir atau bolos kerja?
Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya. Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada kita.
Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.
Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.
at 08:24 0 comments
10 cara mengatasi rasa cemburu
1. Cari tahu kenapa Anda cemburu
Langkah awal mengatasi rasa cemburu yang dirasa membawa energi negatif ini adalah dengan menanyakan diri sendiri apa akar masalah dari perasaan Anda. Apakah pengalaman kolektif yang membentuk karakter Anda menjadi pencemburu seperti ini? Karena baik tindakan maupun pikiran Anda berulang kali terkoneksi langsung ke otak. Jadi, coba runutkan pengalaman Anda untuk temukan apa penyebabnya:
* Pengalaman masa lalu: mantan pacar pernah selingkuh dan Anda menjadi protektif karenanya.
* Berasumsi: Anda sendiri sebenarnya player, kemudian Anda berasumsi pasangan Anda pun sama dengan Anda.
* Peminum atau pengguna narkoba: zat racun ini memang sumber masalah dan berefek samping yang membuat penggunanya menjadi paranoid.
* Tak terbiasa dengan pasangan yang gaul: pasangan Anda tipe orang sosial yang punya banyak teman dan senang bergaul. Jika hal ini begitu asing Anda cenderung menjadi orang yang selalu curiga dan tak mudah percaya.
* Anda merasa minder: hadapi saja jika ini masalahnya, bahwa Anda merasa tak sepadan dengan pasangan yang akhirnya membuat pikiran tak logis dan selalu merasa takut kehilangan.
* Anda pesimis: menjadi sosok yang protektif berlebihan menjadi cara bagi Anda untuk menjadi sempurna. Anda terlalu pesimis bahwa semuanya akan baik-baik saja jika berpikir lebih logis dan percaya pada pasangan.
* Pasangan selalu menceritakan masa lalunya: hubungan masa lalu pasangan membuat Anda menggila, apalagi jika sudah bicara mengenai romantisme.
* Suami/istri selalu ingin bercinta: bukannya senang mendapati pasangan yang selalu bergairah, Anda justru curiga bahwa jika Anda tak bisa memenuhinya, pasangan akan berpaling ke orang lain.
2. Bercerminlah
Coba minta pasangan melakukan apa yang selalu Anda lakukan. Misalnya, karena cemburu Anda selalu menelepon sekadar ingin tahu keberadaan pasangan. Minta pasangan melakukan hal itu kepada Anda. Bercerminlah, bagaimana rasanya selalu diperhatikan berlebihan, yang cenderung tidak logis. Tunggu sampai Anda merasa begitu bodoh dan tidak rasional dalam menjalani hubungan. Dengan begitu Anda bisa mengerti bagaimana rasa cemburu berlebihan berdampak buruk bagi hubungan.
3. Diskusikan dengan teman atau keluarga pasangan
Sebaiknya mulai bicarakan bersama teman dekat atau keluarga pasangan Anda. Cari tahu lebih mendalam tentang pasangan Anda, dengan cara yang tak berlebihan dan suasana akrab. Mintalah mereka menggambarkan sosok pasangan Anda seutuhnya, yang membuat Anda merasa yakin pasangan adalah yang terbaik untuk Anda. Atau sesekali bergabunglah bersama orang terdekat pasangan, untuk mengetahui bagaimana aktivitas pasangan dengan dunianya. Dengan mengenal dunia si dia, Anda lebih bisa mengendalikan pikiran Anda dari perspektif berbeda, bukan sekadar asumsi dan dugaan Anda semata.
4. Hadapi ketakutan Anda
Anda perlu bergaul juga bersama teman-teman pasangan, terutama lawan jenis. Hadapi ketakutan Anda dengan lebih sering bersentuhan dengan pergaulan pasangan. Dengan menyelami dan berbaur bersama teman pasangan, Anda mulai bisa menerima dan belajar berpikir lebih rasional.
5. Ekspresikan rasa penasaran Anda
Cobalah bicarakan dan ungkapkan bagaimana perasaan Anda. Jangan berasumsi, utarakan saja apa yang membuat Anda cemburu dari setiap aktivitas yang menggelisahkan Anda. Misalnya, jika pasangan mengatakan akan pulang terlambat karena lembur, cobalah tanyakan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaan. Jangan sekadar menuduh atau berasumsi dengan pikiran-pikiran Anda.
6. Ubah cemburu dengan menggoda pasangan
Goda pasangan Anda dengan memperhatikan diri Anda lebih baik. Perhatikan penampilan Anda, atau tunjukkan rasa percaya diri Anda. Jika pun pasangan melirik pria tampan/wanita cantik, goda saja pasangan, bahwa si dia sedang berjalan bersama orang yang lebih cantik/tampan. Pastikan si dia menjadi berpikir, bahwa dia beruntung memiliki Anda.
7. Anda beruntung memenangkan persaingan, ingat itu!
Selalu catat dalam memori Anda, bahwa di antara orang lain yang pernah mengejar pasangan Anda lah yang berhasil mengambil hatinya. Anda yang memenangkan persaingan itu. Cara ini bisa mengatasi rasa cemburu karena toh Anda pemenangnya.
8. Sesekali mengetes pasangan
Jika masih saja tak sanggup mengontrol rasa cemburu, mengetes pasangan menjadi cara yang tidak rasional. Namun jika memang masih penasaran, sejumlah orang melakukan ini dengan mengirim orang lain untuk menggoda pasangan, dari tampilan fisik yang nyaris sempurna. Cara ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pasangan meresponsnya. Seharusnya, jika pasangan tak peduli dan cuek dengan pancingan ini, Anda tak perlu lagi cemburu kan?
9. Menyewa "detektif"?
Jika sudah pada tahap ini, skala cemburu Anda sudah sangat berlebihan. Dengan bantuan "detektif" yang mengikuti dan merekam semua aktivitas pasangan, Anda lantas terpuaskan. Jika ternyata pasangan melakukan kegiatan normal, di luar semua kecurigaan Anda, rasanya tak perlu lagi mencari kambing hitam dari perasaan cemburu yang seharusnya Anda atasi.
10. Lakukan terapi
Jika semua cara di atas sudah dicoba, namun Anda masih saja dikuasai rasa cemburu berlebihan, sebaiknya cari bantuan profesional yang bisa membantu Anda mengatasi persoalan psikologis, perasaan, dan pikiran yang tidak rasional.
at 08:23 0 comments
3 LANGKAH CEPAT MENGATASI RASA TAKUT
Pertama, ubah fokus Anda dari takut menjadi cinta, dari khawatir menjadi optimis. Sadari bahwa takut tidak lebih dari sekedar ilusi yang belum tentu terjadi. Cintai apa saja yang Anda lakukan sepenuh hati. Abaikan kekhawatiran dan hilangkan standar, aturan, atau keyakinan yang dibuat oleh orang lain karena hanya diri Andalah yang mengetahui apa yang terbaik bagi Anda.
Kedua, bangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Tanyakan kepada diri Anda tiap kali Anda merasa khawatir, ”Apakah kekhawatiran ini membawa kebaikan atau menyakiti diri saya?”. Katakan kepada diri Anda bahwa Anda mencintai diri Anda apa adanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menentukan kebahagiaan Anda kecuali diri Anda sendiri. Bukan orang tua, bukan bos, bukan juga pasangan Anda.
Yang terakhir adalah berlatihlah untuk berhenti berpikir tentang masa depan dan habiskan waktu Anda sebanyak mungkin di masa kini. Artinya your mind and body selalu sinkron, bukannya badan disini tapi pikiran melayang kemana-mana. Kekhawatiran, kecemasan, pesimis hanya terjadi karena kita terlalu memikirkan masa depan. Dengan kita fokus ke masa sekarang kita menjadi lebih punya energi dan power untuk memperoleh kebahagiaan sekarang, bukan nanti, tapi sekarang dan disini....
at 08:17 0 comments
CINTA adalah perkataan indah yang mempunyai erti yang amat mendalam buat sepasang kekasih. Tetapi oleh kerana terlalu kerap disebut-sebut, ia menjadi koman. Akibatnya perkataan cinta mempunyai konotasi murahan. Cinta menjadi perkataan mainan di bibir kerana mudah dilafazkan dengan selamba.

